Mengapa Berorganisasi?

Tak terasa gelaran PK2MABA di Fakultas Ilmu Komputer selama 1 semester hampir usai.

Tepat 2 hari lagi (17 Februari 2018) akan digelar inaugurasi FILKOM.

Ini sekaligus menjadi pertanda diperbolehkannya mahasiswa baru menjadi anggota dari organisasi eksekutif, legislatif, maupun LSO (lembaga semi otonom).

Dalam tulisan sederhana ini saya hanya hendak memberikan sedikit pandangan mengapa berorganisasi.

Mengapa kita sebaiknya berorganisasi?

Alasan pertama. Tak semua ilmu ada di bangku pendidikan formal.

Dalam berorganisasi nantinya kita akan dihadapkan dengan berbagai urusan, baik ke tingkat bawah maupun atas.

Bagaimana menulis surat untuk diserahkan ke bawahan dan bagaimana pula ke atasan. Ilmu ini akan lebih banyak didapatkan dengan aktif berorganisasi.

Ilmu surat-menyurat tidak ada sekolahnya.

Bagaimana menjalin komunikasi dengan atasan.
Bagaimana pula dengan bawahan.
Bagaimana menjalin mencari rekam satu tim dalam bekerja.
Bagaimana memanajemen tim.
Bagaimana memotivasi tim.
Bagaimana menyelesaikan masalah dalam tim.
dan segala kemungkinan permasalahan lain yang bisa saja muncul unpredictable.

Bagaimana-bagaimana inilah yang akan lebih banyak didapatkan di dalam suatu organisasi.

Bila di dalam kelas kita akan lebih banyak mendapatkan cara mengembangkan pola pikir, mengasah logika, dan mempertajam kreativitas.

Dalam organisasi kita dituntut menggunakan apa yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah-masalah secara ril.

Singkatnya, pada organisasilah implementasi secara nyata terhadap kasus yang telah dipelajari.

Bukankah kita nantinya akan bekerja dalam suatu tim? Organisasi merupakan langkah awal untuk mengenali situasi tersebut.

Alasan kedua. Memperbanyak kenalan alias relasi.

Berorganisai merupaka salah satu cara agar lingkaran pertemanan semakin banyak. Cepat atau lambat kita akan mengenal teman-teman yang 1 organisasi.

Secara langsung akan memperlebar lingkaran pertemanan.

Lalu, apa untungnya?

Lingkaran pertemanan akan menemani kita baik susah maupun senang. Menambah motivasi. Dan bisa pula menjadi tolok ukur apakah kita ada kemajuana atau tidak.

Selain itu, bergabungnya dalam suatu organisasi menandakan terdapat tujuan yang sama antara kita dengan anggota lainnya.

Tujuan yang sama akan mempererat hubungan kita. Disinilah biasanya orang-orang hebat menemukan rekan kerja mereka.

Bahkan, rekan hidup.

Alasan ketiga. Mengasah softskill.

Berbagai permasalahan atau keadaan seperti yang telah diceritakan pada dua alasan di atas akan menuntut sikap nyata kita dalam menanggapinya.

Bagaimana cara menanggapi keadaan atau permasalahan tersebut yang akan meningkatkan softskill kita.

Kemudian, terlibat dalam organisasi akan menuntut kita berhubungan dengan berbagai karakter orang, semangat, pendiam, pemalas, pekerja, pemimpin, penguasa, dan karakter lainnya.

Mau tidak mau harus mengajak mereka untuk berkontribusi terhadap proyek atau pekerjaan yang ada.

Bagaimana mengatasinya?
Berbagai permasalahan di dalam organisasi yang mampu melatih kita untuk mengenali polanya.

Bila kedepan terdapat keadaan atau permasalahan yang sama, kita akan lebih mudah dalam menyelesaikannya.

Sekian saja. Semoga bermanfaat untuk teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *